Menteri BUMN sekaligus tokoh sentral olahraga nasional, Erick Thohir, sedang mematangkan inisiatif strategis berupa jaminan hari tua atau dana pensiun bagi para atlet nasional yang ditargetkan mulai berjalan pada tahun 2026. Langkah ini diambil sebagai respons atas keprihatinan jangka panjang mengenai kesejahteraan para pahlawan olahraga pasca masa keemasan mereka berakhir. Program ini bertujuan untuk memberikan kepastian finansial bagi para atlet yang telah mengharumkan nama bangsa di kancah internasional, sehingga mereka tidak lagi terjebak dalam kesulitan ekonomi setelah gantung raket atau pensiun dari lapangan hijau.
Rancangan dana pensiun ini melibatkan berbagai mekanisme inovatif yang sedang diintegrasikan untuk memastikan keberlanjutannya:
-
Kolaborasi dengan BUMN Keuangan: Menggandeng perusahaan asuransi dan pengelola dana pensiun milik negara untuk menciptakan skema investasi yang aman dan menguntungkan bagi para atlet.
-
Sistem Kontribusi Berjenjang: Pembentukan skema iuran yang disesuaikan dengan tingkat prestasi dan pendapatan atlet selama masa aktif bertanding.
-
Integrasi Dana dari Hak Siar dan Sponsor: Menjajaki kemungkinan penyisihan sebagian pendapatan dari industri olahraga untuk dialokasikan langsung ke dana abadi atlet.
-
Manajemen Aset Digital: Pemanfaatan teknologi untuk transparansi saldo dan pertumbuhan dana yang dapat dipantau oleh atlet secara real-time melalui aplikasi khusus.
-
Program Pelatihan Literasi Keuangan: Pendampingan bagi atlet agar mampu mengelola dana yang mereka terima di masa tua dengan bijak dan produktif.
Erick Thohir menekankan bahwa pemberian penghargaan kepada atlet tidak boleh hanya berhenti pada bonus instan saat mereka meraih medali. Fondasi yang sedang dibangun untuk tahun 2026 ini diharapkan menjadi sistem yang bersifat institusional dan permanen. Hal ini penting untuk menarik minat bakat-bakat muda agar berani berkarier sebagai atlet profesional tanpa rasa takut akan masa depan. Dengan adanya kepastian perlindungan sosial, fokus atlet akan sepenuhnya tertuju pada peningkatan prestasi, yang pada akhirnya akan memperkuat posisi Indonesia dalam peta persaingan olahraga global.
Pilar Utama Jaminan Hari Tua Atlet
Keberhasilan implementasi dana pensiun ini bersandar pada tiga pilar strategis yang saling berkaitan:
-
A. Regulasi dan Payung Hukum yang Kuat: Memastikan kebijakan ini memiliki landasan hukum tetap agar tetap berjalan melampaui masa jabatan pemerintahan saat ini.
-
B. Pengelolaan Dana yang Transparan: Penerapan standar tata kelola perusahaan yang baik (GCG) agar dana yang terkumpul terlindungi dari risiko korupsi atau salah urus.
-
C. Kemitraan Sektor Swasta: Mendorong pihak sponsor dan klub profesional untuk turut berkontribusi dalam program iuran pensiun bagi atlet di bawah naungan mereka.
Secara keseluruhan, inisiatif dana pensiun atlet ini merupakan langkah maju menuju peradaban olahraga yang lebih manusiawi dan profesional. Tahun 2026 akan menjadi tonggak sejarah di mana prestasi olahraga tidak hanya dihargai dengan tepuk tangan, tetapi juga dengan jaminan kesejahteraan yang nyata. Dengan sistem yang matang, Indonesia tidak akan lagi mendengar cerita pilu tentang mantan atlet nasional yang hidup dalam kemiskinan. Masa depan olahraga Indonesia adalah masa depan di mana dedikasi terhadap bangsa dijamin oleh negara dengan penghormatan yang layak hingga hari tua.